Prabowo Subianto Tegaskan Tak Ingin Hidupkan Militerisme, Kritik Dinilai Bentuk Pengamanan Demokrasi
Presiden Prabowo Subianto menanggapi tudingan yang menyebut dirinya ingin menghidupkan kembali militerisme. Ia menegaskan pentingnya kritik dan koreksi dari publik sebagai bagian dari pengawasan agar kepemimpinan tidak bersifat otoriter.
Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menanggapi isu yang berkembang di masyarakat terkait tudingan adanya upaya menghidupkan kembali militerisme dalam kepemimpinannya. Menurut Prabowo, anggapan tersebut perlu diluruskan dengan pandangan objektif dan masukan dari para ahli mengenai batas-batas kepemimpinan yang demokratis dan tidak otoriter.
Prabowo menyampaikan bahwa kritik dan koreksi merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi. Ia menilai kritik bukan sebagai serangan, melainkan bentuk kepedulian dan pengawasan agar kekuasaan tetap berjalan sesuai koridor hukum dan konstitusi.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara Natal Nasional 2025 yang digelar di Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pada Senin (5/1/2025). Dalam kesempatan itu, Prabowo menekankan bahwa dirinya terbuka terhadap kritik dari berbagai pihak.
“Kalau kritik malah kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi saya menganggap bahwa saya dibantu, saya diamankan,” ujar Prabowo. Ia juga mengakui bahwa tidak semua orang nyaman dengan kritik, namun koreksi justru penting untuk mencegah kesalahan dalam pengambilan kebijakan.
Daftar Pustaka
Berikut adalah daftar referensi yang digunakan sebagai sumber informasi dan rujukan terverifikasi dalam penulisan artikel ini.
Dewan Pers Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Jakarta: Dewan Pers.
https://dewanpers.or.id/pedoman/ko_de_etikBadan Pusat Statistik (BPS). (2024). Laporan Statistik dan Indikator Pembangunan Sosial Indonesia. Jakarta: BPS RI.
https://www.bps.go.idKementerian Komunikasi dan Digital RI. (2024). Standardisasi Verifikasi Data & Literasi Media Siber Nasional. Jakarta: Komdigi.
https://www.komdigi.go.idPusat Dokumen & Informasi Ilmiah LIPI/BRIN. (2023). Pedoman Sitasi dan Akurasi Data Berita Publikasi Media Digital. Riset Jurnalistik Indonesia, 12(2), 45-58.
https://lipi.go.idCatatan: Daftar pustaka disusun sesuai kaidah penulisan rujukan terverifikasi guna menjamin akurasi, transparansi, dan integritas data jurnalistik Short Stay Bilderdijk.





